The Asian Idol baru berakhir kemarin malam. Dengan menobatkan Hady Mirza dari Singapura sebagai the first Asian Idol. Tulisan ini bukan ingin membahas tentang gelaran tersebut tapi ingin membahas tentang makna kata “idol” itu sendiri dan implikasinya. Kata “idol” sendiri kalau dalam bahasa Indonesia sering diartikan dengan Idola.

Sayang saya tidak punya Kamus Besar Bahasa, tapi yang saya pahami kata “idola” berarti adalah seseorang yang dikagumi dan disanjung-sanjung. Apakah demikian halnya dengan bahasa Inggris? Berikut adalah arti kata “idol’ dalam bahasa inggris menurut Google definition (coba search dengan Google menggunakan kata cari define:idol)

  • a material effigy that is worshipped
  • someone who is adored blindly and excessively
  • Makna yang pertama, dalam bahasa Indonesia kata lainnya adalah “berhala”. Sedangkan makna kedua adalah orang yang dikultuskan secara berlebihan.

    Bagaimana dengan realita The Asian Idol (dan idol-idol yang lainnya)? Saya pribadi setuju jika gelaran-gelaran pencarian bakat dijadikan sebagai ajang penyempurnaan ikhtiar dalam rangka mencapai cita-cita. Tetapi yang perlu diwaspadai adalah penyikapan berlebihan dari masyarakat terhadap ajang-ajang terutama fans dari para idola tersebut. Jangan sampai terjebak menjadi seperti makna kata “idol” itu: mengkultuskan idola atau lebih bahaya lagi idola menjadi berhala/sesembahan. Na’udzubillah Min Dzalik, kita berlindung pada Allah dari hal yang demikian.

    Saya jadi berpikir lebih lanjut, ini kan asalnya dari US dengan American Idol nya. Mereka jelas paham dong makna kata “idol” dalam bahasa inggris. Tidak seperti pemahanam kata idola yang seperti dipahami masyarakat umum di Indonesia. Tapi kenapa kok mereka pake kata idol ya… jangan-jangan emang maksudnya adalah untuk membuat “sesembahan” baru untuk masyarakat modern. Wallahu’alam.

    Sebagai umat Islam kita mesti waspada dengan hal-hal yang dapat merusak keimanan dan ketauhidan seperti ini. Saya gak melarang anda nonton acara seperti ini. Hanya berhati-hatilah, anggap sebagai acara hiburan semata, tidak lebih. Saya sendiri sering ikutan nonton kalau pas istri nonton… terutama saat seleksi awal, karena lucu juga melihat ulah para peserta seleksi yang aneh-aneh dan nyentrik, hehe. Kalau bagian yang mengekspos pribadi para peserta, apalagi bagian tangis-tangisan, males nontonnya, hehe.