Suatu hari di salah satu sudut kota Kendal, orang-orang berkumpul untuk mengiringi kepergian seorang yang sholeh, Bapak Akhyar, menuju peristirahatannya yang terakhir menghadap Sang Kholiq. Bapak Akhyar ini berprofesi sebagai seorang tukang pijat yang hidup sederhana.

Seorang ulama memimpin prosesi pemakaman ini. Sembari meminta kesaksian para hadirin bahwa Bapak Akhyar ini semasa hidupnya adalah orang yang baik, beliau bercerita bahwa sebenarnya Bapak Akhyar ini adalah seorang Haji. Mereka berdua bertemu ketika sedang berada di Mekkah saat sedang haji. Bapak Akhyar ini berpesan kepada ulama tsb agar tidak bercerita kepada siapapun bahwa dirinya telah pergi haji, karena khawatir akan merusak keikhlasan ibadah haji nya. Subhanallah.

Zaman sekarang ini banyak orang salah kaprah, sebuah ibadah yang Rasulullah ajarkan agar dikabarkan ke khalayak, yaitu pernikahan, malah banyak yang merahasiakan, akhirnya terjadilah nikah siri dimana-mana. Sebaliknya ibadah yang sebetulnya cukup Allah dan kita yang tahu, seperti ibadah haji, malah dikabarkan besar-besaran. Bukankah lebih baik nikah yg dikabarkan dan haji yang dirahasiakan?

Dikutip dari cerita seorang saudaraku yang dermawan, MN.